Dosen Teknik Logistik Telkom University Purwokerto Jadi Narasumber Bimbingan Teknis Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona

Dosen Program Studi Teknik Logistik Telkom University Purwokerto turut menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona (Trigona spp.) “Generasi Muda Pelestari Hutan” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan.

Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 tersebut bertempat di Wanawiyata Widyakarya Petani Muda Prawita, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh generasi muda yang memiliki minat dan aktivitas di bidang kewirausahaan kreatif kehutanan dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga. Dalam kegiatan tersebut, dosen Teknik Logistik bersama narasumber lainnya membagikan pengetahuan mengenai pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mengembangkan produk hasil budidaya lebah Trigona. Pembahasan mencakup strategi pemasaran, digital branding, desain kemasan, hingga pemanfaatan platform penjualan online.

Strategi Pemasaran Digital

Pemasaran produk perlu diawali dengan pemahaman terhadap target konsumen dan kebutuhan pasar. Peserta diperkenalkan dengan konsep Product-Market Fit, yaitu kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen. Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan Value Proposition, yaitu bagaimana pelaku usaha menyampaikan manfaat dan nilai yang membedakan produknya dari produk lain. Peserta juga mempelajari 4P Marketing Mix yang terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion sebagai dasar dalam menyusun strategi pemasaran yang terarah. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya memikirkan bagaimana produk dapat terjual, tetapi juga memahami siapa konsumennya, permasalahan yang dihadapi, serta alasan konsumen memilih produk yang ditawarkan.

Digital Branding dan Strategi Konten

Digital branding menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan kepercayaan terhadap suatu produk. Peserta dikenalkan dengan bagaimana identitas merek dapat dibangun melalui logo, tagline, karakter visual, serta pesan yang konsisten di berbagai media digital. Studi kasus Prawita Garden digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan branding pada produk berbasis potensi lokal. Peserta juga mempelajari strategi konten dengan pendekatan 70-20-10, yaitu 70% konten edukatif, 20% konten emosional, dan 10% konten promosi. Pendekatan tersebut dapat membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan audiens melalui informasi dan cerita yang relevan, sebelum mengarahkan mereka pada aktivitas pembelian.

Desain Kemasan sebagai Nilai Tambah Produk

Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah dan pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi pemasaran. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan bentuk, warna, material, tipografi, ilustrasi, serta tata letak informasi agar kemasan mampu menarik perhatian dan mencerminkan karakter produk. Untuk produk madu Trigona, kemasan perlu memperhatikan aspek estetika sekaligus fungsional, seperti higienitas, keamanan, ketahanan selama distribusi, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian dengan regulasi pangan. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan Canva dan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan logo, flyer promosi, mockup kemasan, hingga foto produk. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha menghasilkan materi visual secara lebih praktis dan kreatif.

Pemanfaatan Shopee dan TikTok Shop

Perkembangan e-commerce dan social commerce memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayah produksinya. Peserta diperkenalkan dengan karakteristik Shopee dan TikTok Shop serta cara memanfaatkan fitur yang tersedia untuk mendukung aktivitas pemasaran. Shopee memiliki kekuatan pada pencarian produk, katalog, ulasan, dan transaksi, sedangkan TikTok Shop dapat dimanfaatkan melalui video pendek, live streaming, dan affiliate marketing untuk meningkatkan jangkauan serta ketertarikan konsumen. Peserta juga dikenalkan dengan strategi omnichannel, yaitu menghubungkan beberapa saluran pemasaran agar dapat saling mendukung. TikTok dapat digunakan untuk menarik perhatian dan membangun awareness, sementara marketplace dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi transaksi dan repeat order.

Mendorong Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam budidaya lebah Trigona, tetapi juga mampu mengembangkan hasil budidayanya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Pemanfaatan strategi pemasaran digital, penguatan identitas merek, desain kemasan, serta marketplace menjadi bagian penting dalam membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas. Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dosen Teknik Logistik Telkom University Purwokerto dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam berbagi pengetahuan dan mendukung pengembangan kewirausahaan generasi muda berbasis potensi lokal.




Related Post

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Website Official : ittelkom-pwt.ac.id

Website PMB : pmb.ittelkom-pwt.ac.id

Negara : Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Institut Teknologi Telkom Purwokerto