Tim Dosen dari Telkom University Purwokerto merancang alatpemilah telur otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk di industri perternakan. Alat ini memisahkan telur berdasarkan ukuran dan berat menggunakan sensor load cell. Dengan prinsip gaya tarik magnet, telur yang lebih berat akan jatuh terlebih dahulu. Anto Farm merupakan salah satu UMKM di Wilayah Cilongok Banyumas yang bergerak di bidang Layer Farm dan juga Peternakan Ayam Pejantan. Cakupan pasaran Anto Farm berada di wiliayah Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Tantangan utama yang dihadapi oleh Peternak Unggas daerah Banyumas dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Beberapa masalah eksternal seperti mengatasi jenis konsumen yang semakin selektif dilakukan dengan memberikan pilihan Grade Telur mulai dari Grade A, B, dan C. untuk faktor eksternal yang lain merupakan kejadian yang uncontrollable sehingga UMKM cenderung menerima kondisi eksternal tersebut. Untuk masalah internal seperti masalah pengolahan limbah, Anto Farm telah mengadopsi system Tumpang Sari dimana system tersebut merupakan perpaduan antara peternakan ayam dan budidaya ikan di kolam. Berdasarkan hasil wawancara masalah operasional yang belum dapat diatasi namun memungkinkan untuk dikontrol adalah permasalahan 1) Sortir telur manual, 2) pecah telur sesaat setelah ayam bertelur, dan 3) deteksi susut bobot krat telur dan unggas Ketika pengiriman.Secara umum implementasi Alat Sortir berpengaruh pada Penurunan beban operasional UMKM Peternakan dengan cara mempercepat waktu sortir sehingga barang cepat dikirim, memungkinkan perampingan karyawan sortir dalam jangka panjang, dan mitigasi telur pecah saat panen telur. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Satu Peti telur atau 15 Kg dengan jumlah telur sebanyak 240 butir. Dimulai dari percobaan 1 menggunakan jumlah telur 1 krat (30 butir), hingga percobaan yang ke-5 menggunakan 1 peti telur. Sedangkan rata-rata waktu sortir dengan menggunakan Alat Sortir Telur Otomatis memiliki waktu rata-rata sortir sebesar 22.6 detik per telur. Sedangkan untuk implementasi alas telur juga berpengaruh pada penurunan defect telur secara signifikan, terjadi penurunan presentase jumlah defect telur dengan rata-rata penurunan sebesar 54%. Rata-rata defect pada telur dengan menggunakan Alas Telur tradisional adalah 7 butir per flok per hari. Setelah di terapkan alas stainless dan dilakukan pengamatan selama 5 hari maka diperoleh rata-rata defect per flok perhari adalah 3 Butir perflok perhari.
Read MoreKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dipimpin oleh Nabila Noor Qisthani, S.T., M.T., dosen Teknik Logistik, bersama dengan anggota tim Muhammad Iqbal Faturohman, S.T., M.B.A., M.Sc. dan Emmareta Fauziah, S.Ds., M.Ds., serta melibatkan enam mahasiswa dari berbagai program studi. Program PKM ini dilakukan di Desa Karangduwur, Kabupaten Kebumen, dengan sasaran mitra para pengrajin gula kelapa setempat. Adapun bantuan teknologi yang diberikan berupa dapur dan tungku bersih serta beberapa peralatan pendukung untuk meningkatkan produksi gula kelapa. Pengembangan Usaha Kelompok Pembuat Gula Kelapa di Desa Karangduwur melalui Kemasan Berbasis Identitas Budaya dan Penerapan Digital Marketing
Read MoreSalah satu dosen Teknik Logistik IT Telkom Purwokerto. Miftahol Arifin, S.T., M.T., dipercaya untuk menjadi narasumber dalam workshop tentang “Sinkronisasi Kurikulum SMK Prodi Teknik Logistik” di SMKN 1 Tempel, Sleman. Workshop ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelaraskan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang logistik. Miftahol Arifin, dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas, diundang untuk berbagi wawasan mengenai tren terbaru, teknologi, dan best practices di bidang logistik kepada para guru SMK. Sebagai narasumber, Miftahol Arifin tidak hanya memberikan materi tentang konsep-konsep dasar logistik, tetapi juga membahas studi kasus nyata, tantangan industri, serta solusi inovatif yang dapat diterapkan di dunia pendidikan. Melalui sesi interaktif, para peserta workshop mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dan mendapatkan masukan berharga yang dapat mereka implementasikan dalam pengajaran sehari-hari. Kehadiran Miftahol Arifin sebagai narasumber diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMK, khususnya dalam program studi Teknik Logistik. Dengan penyesuaian kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, siswa-siswa SMK akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang dinamis dan kompetitif.Workshop ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara IT Telkom Purwokerto dan SMK-SMK di seluruh Indonesia. Dengan sinergi yang baik antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan berkualitas.Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen IT Telkom Purwokerto dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak yang terlibat. Selamat kepada Miftahol Arifin atas kepercayaannya sebagai narasumber di workshop ini, dan semoga kontribusi beliau dapat menginspirasi banyak pendidik dan siswa di .
Read MorePurwokerto, 13 Juli 2024 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Nabila Noor Qisthani, seorang dosen di program studi Teknik Logistik IT Telkom Purwokerto, yang berhasil meraih sertifikasi internasional sebagai Certified Supply Chain Analyst (CSCA) dari International Supply Chain Education Alliance (ISCEA). Sertifikasi CSCA dari ISCEA dikenal sebagai salah satu sertifikasi paling bergengsi di bidang supply chain management. Untuk meraih sertifikasi ini, seorang kandidat harus melalui proses yang ketat dan komprehensif yang mencakup berbagai aspek manajemen rantai pasok, mulai dari perencanaan dan pengadaan hingga produksi, distribusi, dan logistik. Proses sertifikasi ini tidak hanya menguji pengetahuan teoretis tetapi juga kemampuan praktis dalam menerapkan konsep-konsep supply chain di dunia nyata. Nabila Noor Qisthani harus melalui serangkaian ujian yang menantang, di mana tingkat kesulitannya cukup tinggi. Ujian ini menuntut pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip supply chain, kemampuan analitis yang tajam, serta pemecahan masalah yang efektif. Selain itu, persaingan untuk mendapatkan sertifikasi ini juga sangat ketat, dengan banyak profesional dari seluruh dunia yang berlomba-lomba untuk meraihnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak kampus IT Telkom Purwokerto, serta dedikasi dan komitmen Nabila dalam mempersiapkan dirinya. Mengalokasikan waktu khusus untuk mempelajari materi ujian, mengikuti pelatihan intensif, dan melakukan simulasi ujian untuk memastikan dirinya siap menghadapi tantangan tersebut. Dengan meraih sertifikasi CSCA, Nabila Noor Qisthani tidak hanya mengukuhkan dirinya sebagai ahli di bidang supply chain, tetapi juga membawa harapan baru bagi kemajuan dunia logistik di Indonesia. Ilmu dan pengalaman yang diperolehnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan profesional lainnya, serta berkontribusi dalam pengembangan strategi dan inovasi di bidang logistik. Dalam pernyataan resminya, Rektor IT Telkom Purwokerto menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Ibu Nabila Noor Qisthani. Sertifikasi CSCA ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kompetensi tinggi yang dimiliki oleh tenaga pengajar kami. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang logistik.”
Read MorePrestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Teknik Logistik dalam ajang bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Dalam penelitian yang menggabungkan aspek budaya dan logistik, mereka berhasil mengkaji tradisi Kebo-Keboan dan mengungkap implikasinya terhadap ketersediaan pangan di masyarakat. Kebo-Keboan adalah tradisi unik yang berasal dari Desa Alasmalang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan merupakan bagian dari ritual agraris yang bertujuan untuk memohon kesuburan tanah dan kelimpahan hasil panen. Dalam ritual ini, beberapa orang berpakaian dan berperilaku seperti kerbau (kebo) yang diarak keliling desa, menirukan aktivitas membajak sawah. Melalui penelitian ini, mahasiswa Teknik Logistik tidak hanya tertarik pada aspek budaya dari tradisi Kebo-Keboan, tetapi juga berusaha memahami bagaimana tradisi tersebut berdampak pada sistem pangan lokal. Dengan pendekatan interdisipliner, mereka menggabungkan studi antropologi, sosiologi, dan logistik untuk mengeksplorasi berbagai dimensi dari tradisi ini. Prestasi mahasiswa Teknik Logistik dalam PKM-RSH ini tidak hanya membanggakan tetapi juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana tradisi budaya dapat berperan dalam menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan. Studi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi seperti Kebo-Keboan memiliki relevansi yang kuat dalam konteks modern, terutama dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan mengangkat tradisi Kebo-Keboan dalam penelitian mereka, mahasiswa Teknik Logistik telah berhasil membuka mata banyak orang akan pentingnya menjaga dan menghargai budaya lokal sebagai bagian integral dari sistem pangan kita. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali dan memanfaatkan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Read MoreHalo teman-teman! Kali ini kita akan membicarakan tentang Inventory Record Accuracy. 📦✨ Inventory Record Accuracy atau akurasi catatan persediaan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam bisnis. Ini mengacu pada seberapa akurat catatan yang kita miliki tentang persediaan barang kita dengan jumlah barang fisik yang sebenarnya ada di gudang. Mengapa hal ini begitu penting? Nah, bayangkan jika catatan persediaan kita tidak akurat. Itu bisa berarti kehilangan penjualan karena kita pikir barang ada, padahal sebenarnya sudah habis. Atau bahkan, kita mungkin kelebihan pesanan karena catatan menunjukkan kita masih punya banyak, padahal sebenarnya tidak. Hal ini bisa menyebabkan kerugian finansial yang tidak perlu. Jadi, bagaimana cara meningkatkan akurasi catatan persediaan? Pertama-tama, memiliki sistem manajemen persediaan yang baik sangat penting. Gunakan teknologi dan perangkat lunak yang dapat membantu kita untuk mengelola persediaan dengan lebih akurat. Selain itu, melakukan penghitungan fisik secara berkala juga diperlukan untuk memastikan catatan persediaan kita sesuai dengan kenyataan. Selain itu, melibatkan semua departemen terkait, seperti tim gudang, tim penjualan, dan tim keuangan, juga sangat penting. Komunikasi yang baik antar departemen akan membantu dalam memastikan bahwa semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang persediaan yang ada. Jadi, bagaimana dengan bisnis kalian? Bagaimana kalian mengelola akurasi catatan persediaan? Apakah kalian memiliki tantangan tertentu dalam hal ini? Jangan lupa untuk selalu memantau dan meningkatkan akurasi catatan persediaan, ya! Semoga hari kalian menyenangkan dan penuh sukses! ✨ #InventoryAccuracy #ManagementTips #BusinessSuccess #TeknikLogistik
Read MoreDalam beberapa waktu kedepan, negara kita akan melangsungkan kegiatan paling penting dalam demokrasi, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu). Kegiatan pemilu yang bisa dibilang dalam skala besar ini tentunya perlu persiapan yang baik agar pemilu dapat berjalan dengan lancar. Salah satu persiapan yang perlu diperhatikan adalah bagian logistik. Logistik pemilu mencakup semua proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan distribusi serta pengelolaan barang dan material yang diperlukan selama kegiatan pemilu. Dalam konteks pemilu, logistik berperan penting untuk memastikan bahwa proses pemungutan suara dapat berjalan lancar, transparan, dan adil. Apa saja sih peran logistik dalam pemilihan umum? 1. Distribusi surat suara dan peralatan Distribusi surat suara ke seluruh TPS menjadi salah satu peran utama dalam logistik pemilu. Hal ini berkaitan dengan perencanaan rute distribusi, pemilihan moda transportasi, dan pengaturan penyimpanan sementara di TPS. 2. Pengelolaan peralatan pemilu Logistik pemilu bertanggung jawab atas penyediaan dan penyimpanan berbagai peralatan pemilu, seperti kotak suara, segel, alat pencoblosan, dan formulir pemungutan suara. Pengelolaan inventaris ini harus dilakukan dengan cermat dan efisien. 3. Efisiensi transportasi Pemilihan moda transportasi yang tepat dalam perencanaan rute dapat memastikan semua kebutuhan pemilu tiba di lokasi dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Jika tidak dapat menyebabkan keterlambatan dan masalah lain yang bisa mempengaruhi integritas pemilu. 4. Keamanan dan pengawalan Perlindungan terhadap potensi ancaman harus diatur dengan ketat. Pengawalan selama proses distribusi dan penyimpanan juga menjadi langkah dalam keamanan pemilu yang diperlukan. 5. Penggunaan teknologi Penerapan teknologi informasi, seperti pelacakan dan manajemen inventaris dapat membantu memantau pergerakan material pemilu secara real-time sehingga dapat mengurangi potensi masalah logistik dengan cepat. 6. Pelatihan dan koordinasi Panitia yang terlibat dalam logistik pemilu harus mendapatkan pelatihan yang memadai. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait seperti KPU dan pihak keamanan juga diperlukan untuk kunci kesuksesan pemilu. 7. Pemantauan dan evaluasi Proses pemantauan selama kegiatan pemilu berlangsung perlu dilakukan. Evaluasi di akhir kegiatan pemilu juga menjadi hal yang penting karena mencakup evaluasi kinerja logistik dan identifikasi area peningkatan yang dapat digunakan sebagai peningkatan kinerja pemilu berikutnya. Logistik pemilu menjadi faktor penting dalam memastikan hak suara masyarakat dihormati dan tidak adanya kecurangan dalam kegiatan pemilu. Kesalahan dalam manajemen logistik dapat berpengaruh pada integritas pemilu. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaan logistik pemilu harus dilakukan dengan seksama dan profesional.
Read MoreProdi Teknik Logistik ITTP telah melangsungkan kegiatan Seminar Kerja Praktek (KP) periode pertama pada tanggal 1 – 7 November 2023. Seminar KP ini diikuti oleh mahasiswa/i Prodi Teknik Logistik angkatan 2020 yang telah melakukan kerja praktek sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku panduan. Sebanyak 15 mahasiswa Prodi Teknik Logistik telah mengikuti seminar KP pada periode ini. Kerja Praktek (KP) merupakan program di perguruan tinggi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja atau industri yang relevan dengan bidang studi mereka. Kerja Praktek di Prodi Teknik Logistik tentunya berkaitan dengan pekerjaan di bidang logistik, seperti pada bagian persediaan, tata letak gudang, manajemen rantai pasok, distribusi barang, dan lain sebagainya. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menerapkan pengetahuan teoritis yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam situasi nyata dunia kerja.
Read MoreOleh : Miftahol Arifin Dalam era di mana aliran barang dan informasi melintasi batas-batas negara dengan cepat dan efisien, peran Teknik Logistik menjadi semakin penting dalam mengelola rantai pasokan global. Namun, seperti halnya bidang lainnya, prodi Teknik Logistik juga dihiasi oleh berbagai mitos yang terkadang dapat merusak pemahaman yang sebenarnya. Apakah Anda pernah mendengar bahwa Teknik Logistik hanya berbicara tentang pengiriman barang, atau bahwa hanya lulusan teknik yang dapat sukses di dalamnya? Dalam eksplorasi mendalam ini, tulisan ini akan membongkar mitos-mitos yang sering mengelilingi prodi Teknik Logistik dan menghadirkan pandangan yang lebih jelas tentang apa yang sebenarnya dihadirkan oleh program studi ini. Mari melangkah melewati tirai mitos dan membiarkan cahaya fakta mencerahkan pemahaman tentang dunia yang dinamis dan tak terpisahkan dari manajemen aliran barang, informasi, dan layanan: Teknik Logistik. Berikut ini adalah beberapa mitos umum yang mungkin ditemukan mengenai prodi Teknik Logistik, diikuti dengan penjelasan fakta yang lebih akurat: Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya tentang pengiriman barang (kurir). Fakta: Teknik Logistik melibatkan lebih dari sekadar pengiriman barang. Ini mencakup perencanaan, pengendalian, dan pelaksanaan aliran barang, informasi, dan layanan terkait dari titik asal hingga titik konsumen. Ini mencakup manajemen rantai pasokan, pengelolaan persediaan, distribusi, transportasi, dan optimalisasi proses bisnis secara keseluruhan. Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya cocok untuk orang yang ingin bekerja di gudang. Fakta: Ini adalah mitos. Meskipun Prodi Teknik Logistik melibatkan aspek-aspek pengelolaan gudang dan distribusi fisik, bidang ini juga melibatkan banyak elemen lain seperti perencanaan strategis, analisis data, manajemen risiko, teknologi informasi, dan banyak lagi. Lulusan program ini memiliki peluang luas untuk bekerja di berbagai industri dan peran, termasuk manajemen rantai pasokan, analis logistik, manajer pengadaan, dan lainnya. Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya cocok untuk pekerjaan di perusahaan logistik. Fakta: Lulusan Teknik Logistik memiliki peluang kerja di berbagai industri. Manajemen rantai pasokan dan proses logistik diperlukan dalam hampir semua perusahaan yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan penjualan produk. Lulusan dapat bekerja di sektor manufaktur, ritel, kesehatan, teknologi, dan banyak bidang lainnya. Mitos: Prodi Teknik Logistik tidak memerlukan keterampilan teknis yang kuat. Fakta: Teknik Logistik memerlukan pemahaman tentang analisis data, optimisasi, pengelolaan sistem, dan teknologi informasi. Keterampilan teknis sangat penting untuk mengelola aliran barang dan informasi secara efisien. Selain itu, keterampilan dalam komunikasi, manajemen tim, dan penyelesaian masalah juga diperlukan untuk berinteraksi dengan berbagai stakeholder. Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya cocok untuk latar belakang teknik. Fakta: Meskipun latar belakang teknik dapat memberikan dasar yang kuat, prodi Teknik Logistik juga terbuka bagi latar belakang lainnya. Ilmu manajemen, ekonomi, matematika, dan bidang terkait lainnya juga memiliki relevansi dalam memahami aspek-aspek bisnis dan manajemen yang terlibat dalam logistik. Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya fokus pada operasi domestik. Fakta: Dengan globalisasi, lulusan Teknik Logistik juga harus memahami aspek-aspek internasional dalam rantai pasokan. Ini mencakup peraturan perdagangan internasional, logistik lintas negara, pengelolaan persediaan global, dan berbagai tantangan lain yang berkaitan dengan aspek internasional dalam bisnis. Mitos: Karir dalam Prodi Teknik Logistik memiliki prospek terbatas. Fakta: Ini adalah mitos. Dengan semakin kompleksnya rantai pasokan global dan peran penting logistik dalam menjaga ketersediaan barang dan layanan, lulusan Prodi Teknik Logistik memiliki peluang karir yang luas. Permintaan untuk profesional logistik terus tumbuh di berbagai industri, termasuk manufaktur, ritel, teknologi, layanan kesehatan, dan lainnya. Mitos: Prodi Teknik Logistik hanya mengajarkan teori tanpa aplikasi praktis. Fakta: Ini adalah mitos. Banyak program Prodi Teknik Logistik menekankan kombinasi antara teori dan praktik. Mahasiswa biasanya terlibat dalam proyek-proyek praktis, studi kasus industri, magang, atau kunjungan lapangan yang memberi mereka pengalaman langsung dalam mengatasi tantangan nyata dalam manajemen logistik. terkejut dengan fakta mengejutkan! jangan salah kaprah tentang Prodi Teknik Logistik. mitos-mitos ini ternyata salah besar!
Read MoreMerdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program inovatif Kemdikbudristek yang memberdayakan mahasiswa di pendidikan tinggi. MBKM memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengatur pembelajaran mereka, termasuk memilih mata kuliah, jadwal, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat dan tujuan pribadi mereka. MBKM mengutamakan fleksibilitas, memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi minat mereka dan menggabungkan berbagai program studi. Program ini juga mendorong penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui platform digital dan sumber belajar online, yang memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan keterampilan digital mahasiswa. Fokus MBKM juga termasuk pengembangan karakter dan keterampilan lunak mahasiswa melalui kegiatan di luar kelas seperti magang, kewirausahaan, dan proyek riset. Ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, kreativitas, dan inovasi yang relevan di dunia kerja yang dinamis. Implementasi MBKM membutuhkan kolaborasi antara Kemdikbudristek, perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Sinergi yang baik antara semua pihak diperlukan untuk mencapai kesuksesan MBKM dalam menciptakan lulusan yang mandiri, fleksibel, dan siap menghadapi tantangan masa depan di dunia kerja yang terus berubah. Dengan MBKM, pendidikan tinggi Indonesia diharapkan menghasilkan individu yang lebih berdaya, mempersiapkan mereka untuk masa depan yang cerah.
Read More