Sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan pendidikan dan karier bagi siswa sekolah menengah, Serina Academy Goes to School yang diselenggarakan oleh SMB Telkom University Purwokerto bekerja sama dengan Program Studi Teknik Logistik sukses dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banjarnegara pada Jum’at, 06 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara dan bertujuan memberikan pembekalan soft skill serta gambaran perencanaan karier setelah lulus sekolah. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara unit penerimaan mahasiswa baru Telkom University dengan Program Studi Teknik Logistik dalam mendukung kesiapan Generasi Z menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan dunia kerja. Pelaksanaan Kegiatan dan Materi yang Disampaikan Untuk menjangkau seluruh peserta secara efektif, kegiatan Serina Academy Goes to School dilaksanakan secara paralel dan disesuaikan dengan jenjang kelas siswa. Siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula dengan materi Pengembangan Soft Skill untuk Generasi Z. Materi ini disampaikan oleh dosen Program Studi Teknik Logistik, Ibu Yulinda Uswatun Kasanah, S.T., M.Sc dan Ibu Ratih Windu Arini S.T., M.T, CSCA. Kegiatan ini juga didampingi oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Logistik yang turut berbagi pengalaman perkuliahan dan aktivitas kampus. Sementara itu, siswa kelas XII mengikuti kegiatan di masjid dengan materi Pemetaan Karier Setelah Lulus Sekolah yang disampaikan oleh Ibu Nabila Noor Qisthani, S.T., M.T., CSCA dan Bapak Miftahol Arifin, S.T., M.T, CSCA., C.EML. Pada sesi ini, kegiatan turut didampingi oleh student staff dari tim marketing SMB Telkom University Purwokerto yang memberikan pengenalan profil kampus serta peluang studi di Telkom University. Pesan dan Harapan Pihak SekolahDalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjarnegara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Serina Academy Goes to School. Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di Telkom University Purwokerto. Selain itu, pihak sekolah juga berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan dilaksanakan kembali pada tahun mendatang. Melalui kolaborasi antara SMB Telkom University Purwokerto dan Program Studi Teknik Logistik, kegiatan Serina Academy Goes to School diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi siswa dalam mempersiapkan diri, baik dari sisi pengembangan soft skill maupun perencanaan karier setelah lulus sekolah.
Read MoreProgram Studi Teknik Logistik Telkom University Purwokerto Kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan wawasan global melalui kegiatan International Guest Lecturer yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula Rachmat Effendi, Telkom University Purwokerto. Kegiatan ini mengangkat topik “Drone-Asissted Routing and Evolutionary Algorithms : Prospects in Humanitarian Operations” yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan logistic modern. Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Setyo Tri Windras Mara, PhD, seorang Postdoctoral Researcher di University of New South Wales, Australia. Dalam pemaparannya, Dr. Setyo membahas bagaimana pemanfaatan drone-assisted routing dan evolutionary algorithms dapat menjadi Solusi inovatif dalam mendukung operasi kemanusiaan, khususnya pada distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dr. Setyo memperkenalkan konsep evolutionary algorithms, yaitu metode optimasi berbasis prinsip evolusi biologis yang mampu menghasilkan Solusi terbaik dari permasalahan kompleks. Algoritma ini sangat relevan dalam menyelesaikan permasalahan logistic seperti Vehicle Routing Problem (VRP), yang menjadi salah satu focus pembahasan dalam acara ini, Melalui kombinasi drone-asissted routing dan evolutionary algorithms, mahasiswa mendapatkan gambaran bagaimana pendekatan komputasional dan teknologi dapat diaplikasikan secara nyata dalam Humanitarian Operations.Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen yang hadir, ditandai dengan diskusi aktif serta tanya jawab yang interaktif. Diharapkan, melalui kegiatan International Guest Lecturer ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman global, meningkatkan minat riset, serta mengembangkan inovasi yang berdampak nyata bagi Masyarakat.
Read MoreDistribusi vaksin COVID-19 merupakan salah satu operasi logistik paling kompleks dalam sejarah kesehatan global. Keberhasilan program vaksinasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan dosis, tetapi juga oleh tata kelola distribusi dan pengawasan mutu sepanjang alur rantai pasok. Data global menunjukkan sebagian besar negara menerapkan vaksinasi universal atau memprioritaskan kelompok rentan, meskipun beberapa negara seperti Eritrea tidak memiliki penerima vaksin sama sekali dan Afghanistan serta Liberia hanya memberikan vaksin kepada pekerja kunci dan kelompok rentan (Hale et al., 2021). Kondisi ini menggambarkan adanya kesenjangan, tetapi juga kemampuan logistik masing-masing negara. JENIS JENIS VAKSIN COVID-19:Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan secara global pun beragam, meliputi: Tantangan terbesar justru terletak pada aspek produksi massal, penyimpanan, dan distribusi vaksin yang masih minim dilaporkan di banyak negara (Ganasegeran et al., 2021). Jika tantangan ini tidak ditangani secara cepat, proses vaksinasi dapat berjalan lambat dan mengurangi peluang tercapainya kekebalan kelompok. Dalam kondisi inilah sistem cold chain menjadi komponen kunci untuk memastikan kualitas vaksin tetap terjaga sepanjang distribusi. APA ITU COLD CHAIN? Cold chain merupakan sistem yang menjaga kualitas produk biologis sejak proses produksi hingga titik pemberian dengan memastikan bahwa vaksin disimpan dan diangkut pada rentang suhu yang direkomendasikan. Karena vaksin bersifat sangat sensitive, maka penangannya harus dilakukan secara teliti dan konsisten. Ketidakstabilan suhu dapat menyebabkan kerusakan vaksin dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Chold chain dapat berupa standar (2-8oC) maupun deep-freeze (hingga -70oC), dengan kebutuhan infrastruktur yang luas dan biaya operasional yang tinggi. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN VAKSIN COVID-19Dalam proses penyimpanan dan pengemasan, vaksin dikemas dalam beberapa lapisan. Pengemasan primer umumnya terdiri atas vial kaca, jarum suntik, penutup, dan segel. Kemudian, pengemasan sekunder dan tersier digunakan untuk mengurangi volume, menekan biaya logistik, serta menurunkan jejak karbon. Di fasilitas kesehatan, vaksin biasanya disimpan dalam lemari es atau freezer khusus farmasi, bahkan dalam beberapa kondisi dapat menggunakan kulkas rumah tangga yang memenuhi standar tertentu. Setiap jenis vaksin juga memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda, yaitu: TRANSPORTASI DAN DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19Pada tahap transportasi dan distribusi, persyaratan logistic vaksin harus memenuhi standar farmasi untuk pengiriman melalui udara, laut, maupun darat. Produsen vaksin wajib mematuhi kebijakan Food and Drug Authority serta ketentuan Federal Food, Drug, and Cosmetic Act. Untuk penggunaan darurat, otoritas menerbitkan Emergency Use Authorisation (EUA) yang mencakup dua jenis fact sheet sebelum vaksin dikirim ke berbagai negara, yaitu (Termini, 2021) : 1. Healthcare Providers Administering Vaccine (Vaccination Providers) 2. Recipients & Caregivers Proses distribusi melibatkan banyak stakeholder seperti pengirim, freight forwarder, perusahaan kargo udara dan darat, serta agen penanganan di titik tujuna (de Boeck et al., 2020). Seluruh pihak bekerja dalam suatu gugus tugas yang menangani aspek kesehatan-lingkungan, hubungan public, kebijakan pemerintah, komunikasi, serta kelangsungan operasi rantai pasok. Karena vaksin sangat rentan terhadap fluktuasi suhu, setiap pemangku kepentngan memiliki peran penting dalam menjaga kualitasnya, sebab paparaan suhu yang tidak sesuai dapat merusak vaksin dan mengganggu jalannya program vaksinasi. Sumber: Hale et al. (2021). Pandemic policy database; Ganasegeran et al. (2021). COVID-19 reproduction number & herd immunity; Fahrni et al. (2022). Cold chain logistics management; de Boeck et al. (2020). Vaccine distribution chains; Termini (2021). Public health & liberty in vaccination.
Read More