Dosen Teknik Logistik Telkom University Purwokerto Jadi Narasumber Bimbingan Teknis Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona

Dosen Program Studi Teknik Logistik Telkom University Purwokerto turut menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona (Trigona spp.) “Generasi Muda Pelestari Hutan” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan. Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 tersebut bertempat di Wanawiyata Widyakarya Petani Muda Prawita, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh generasi muda yang memiliki minat dan aktivitas di bidang kewirausahaan kreatif kehutanan dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga. Dalam kegiatan tersebut, dosen Teknik Logistik bersama narasumber lainnya membagikan pengetahuan mengenai pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mengembangkan produk hasil budidaya lebah Trigona. Pembahasan mencakup strategi pemasaran, digital branding, desain kemasan, hingga pemanfaatan platform penjualan online. Strategi Pemasaran Digital Pemasaran produk perlu diawali dengan pemahaman terhadap target konsumen dan kebutuhan pasar. Peserta diperkenalkan dengan konsep Product-Market Fit, yaitu kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen. Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan Value Proposition, yaitu bagaimana pelaku usaha menyampaikan manfaat dan nilai yang membedakan produknya dari produk lain. Peserta juga mempelajari 4P Marketing Mix yang terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion sebagai dasar dalam menyusun strategi pemasaran yang terarah. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya memikirkan bagaimana produk dapat terjual, tetapi juga memahami siapa konsumennya, permasalahan yang dihadapi, serta alasan konsumen memilih produk yang ditawarkan. Digital Branding dan Strategi Konten Digital branding menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan kepercayaan terhadap suatu produk. Peserta dikenalkan dengan bagaimana identitas merek dapat dibangun melalui logo, tagline, karakter visual, serta pesan yang konsisten di berbagai media digital. Studi kasus Prawita Garden digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan branding pada produk berbasis potensi lokal. Peserta juga mempelajari strategi konten dengan pendekatan 70-20-10, yaitu 70% konten edukatif, 20% konten emosional, dan 10% konten promosi. Pendekatan tersebut dapat membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan audiens melalui informasi dan cerita yang relevan, sebelum mengarahkan mereka pada aktivitas pembelian. Desain Kemasan sebagai Nilai Tambah Produk Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah dan pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi pemasaran. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan bentuk, warna, material, tipografi, ilustrasi, serta tata letak informasi agar kemasan mampu menarik perhatian dan mencerminkan karakter produk. Untuk produk madu Trigona, kemasan perlu memperhatikan aspek estetika sekaligus fungsional, seperti higienitas, keamanan, ketahanan selama distribusi, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian dengan regulasi pangan. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan Canva dan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan logo, flyer promosi, mockup kemasan, hingga foto produk. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha menghasilkan materi visual secara lebih praktis dan kreatif. Pemanfaatan Shopee dan TikTok Shop Perkembangan e-commerce dan social commerce memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayah produksinya. Peserta diperkenalkan dengan karakteristik Shopee dan TikTok Shop serta cara memanfaatkan fitur yang tersedia untuk mendukung aktivitas pemasaran. Shopee memiliki kekuatan pada pencarian produk, katalog, ulasan, dan transaksi, sedangkan TikTok Shop dapat dimanfaatkan melalui video pendek, live streaming, dan affiliate marketing untuk meningkatkan jangkauan serta ketertarikan konsumen. Peserta juga dikenalkan dengan strategi omnichannel, yaitu menghubungkan beberapa saluran pemasaran agar dapat saling mendukung. TikTok dapat digunakan untuk menarik perhatian dan membangun awareness, sementara marketplace dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi transaksi dan repeat order. Mendorong Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam budidaya lebah Trigona, tetapi juga mampu mengembangkan hasil budidayanya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Pemanfaatan strategi pemasaran digital, penguatan identitas merek, desain kemasan, serta marketplace menjadi bagian penting dalam membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas. Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dosen Teknik Logistik Telkom University Purwokerto dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam berbagi pengetahuan dan mendukung pengembangan kewirausahaan generasi muda berbasis potensi lokal.

Read More

Teknik Logistik Raih Penghargaan sebagai Program Studi Terbaik dalam Pelaporan Capaian Sasaran Mutu

Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto kembali meraih prestasi membanggakan. Program Studi S1 Teknik Logistik menerima penghargaan dari Telkom University sebagai Program Studi Terbaik atas Komitmen dalam Pelaporan Capaian Sasaran Mutu Periode I Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Program Studi S1 Teknik Logistik dalam melaksanakan dan melaporkan capaian sasaran mutu selama Periode I Tahun 2026. Sertifikat penghargaan diterima pada 17 Juli 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk apresiasi atas upaya Program Studi S1 Teknik Logistik dalam menjaga komitmen terhadap pencapaian target dan sasaran mutu yang telah ditetapkan. Pelaporan capaian sasaran mutu menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan program studi untuk mendukung peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi Program Studi S1 Teknik Logistik untuk terus meningkatkan kinerja dan mempertahankan komitmen dalam mendukung pencapaian mutu di lingkungan Telkom University. Ke depan, Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto diharapkan dapat terus menjaga konsistensi dalam pencapaian sasaran mutu serta terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan layanan akademik.

Read More

Teknik Logistik Telkom University Purwokerto Gelar International Guest Lecture tentang Strategic Simulation

Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto kembali mengadakan kegiatan International Guest Lecture pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams ini mengangkat tema “Strategic Simulation: The Architecture of Choice”. Pada kesempatan tersebut, Program Studi S1 Teknik Logistik menghadirkan Dr. Fazeeda Binti Mohamad, Associate Professor dari Faculty of Industrial Management, University Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah, Malaysia, sebagai narasumber. Jalannya kegiatan dipandu oleh Ratih Windu Arini, S.T., M.T., selaku dosen Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. Atik Fabriani selaku perwakilan Institut Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sekaligus bidang kemitraan, serta Nabila Noor Qisthani, S.T., M.T. selaku Kepala Program Studi S1 Teknik Logistik. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan mengenai penerapan simulasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di dunia industri. Dalam sesi utama, Dr. Fazeeda membagikan pandangannya mengenai strategic simulation dan bagaimana simulasi dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan. Menurutnya, simulasi bukan hanya tentang kemampuan menggunakan software seperti AnyLogic, FlexSim, Arena, atau Powersim, tetapi juga tentang memahami permasalahan yang dihadapi dan menentukan pendekatan yang tepat sebelum membangun sebuah model. Melalui konsep “The Architecture of Choice”, peserta diajak untuk melihat simulasi dari sudut pandang yang lebih luas. Sebelum menentukan software yang akan digunakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami permasalahan dan menyusun pertanyaan yang ingin dijawab. Setelah itu, barulah metode dan model simulasi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Berbagai contoh penerapan simulasi juga dibagikan selama sesi berlangsung, mulai dari operasional pelabuhan, sistem antrean di hypermarket, aktivitas gudang saat menghadapi lonjakan permintaan, hingga pelayanan di instalasi gawat darurat. Dari contoh tersebut, peserta dapat melihat bagaimana simulasi memungkinkan berbagai skenario diuji terlebih dahulu tanpa harus melakukan perubahan secara langsung pada sistem nyata. Selain Discrete Event Simulation (DES) yang banyak digunakan untuk menganalisis proses operasional, Dr. Fazeeda juga memperkenalkan System Dynamics (SD) yang dapat digunakan untuk melihat hubungan antarvariabel dan perubahan suatu sistem dalam jangka panjang. Pemilihan metode simulasi, menurutnya, perlu disesuaikan dengan karakteristik dan permasalahan yang ingin dianalisis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa simulasi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan angka atau menjalankan sebuah model. Lebih dari itu, simulasi dapat menjadi alat untuk menguji berbagai alternatif, memahami kemungkinan yang dapat terjadi, dan memberikan dasar yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan.

Read More

Teknik Logistik Telkom University Purwokerto Gelar Kuliah Umum Bahas Airport Cargo Ecosystem

 Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Airport Cargo Ecosystem: The Strategic Role of Airports in the Global Supply Chain” pada Sabtu, 06 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Wahyu Kresna Ristianto, S.T., M.B.A., Head of Cargo & Property Management InJourney Airport, sebagai narasumber dan di moderatori oleh Nabila Noor Qisthani, S.T., M. T., CSCA, dosen Program Studi Teknik Logistik. Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Logistik serta turut dihadiri mahasiswa dari beberapa program studi lain yang menunjukkan tingginya antusiasme mengenai logistik dan transportasi udara.  Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa bandara saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga menjadi pusat distribusi barang bernilai tinggi, sensitif terhadap waktu, dan berperan penting dalam mendukung perdagangan internasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada karakteristik kargo udara, mulai dari produk farmasi, elektronik, hingga barang mudah rusak yang memerlukan penanganan khusus dan distribusi yang cepat.  Selain itu, materi membahas Airport Cargo Ecosystem, yaitu kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan seperti operator bandara, maskapai penerbangan, freight forwarder, ground handling, regulator, dan bea cukai dalam menciptakan sistem logistik yang terintegrasi. Narasumber juga menjelaskan pentingnya digitalisasi melalui penerapan sistem seperti e-Air Waybill (e-AWB) dan integrasi data untuk meningkatkan efisiensi serta transparansi proses logistik.  Mahasiswa turut memperoleh pemahaman mengenai proses bisnis penanganan kargo udara, indikator kinerja operasional terminal kargo, serta enam peran strategis bandara sebagai penghubung perdagangan, pusat logistik berbasis data, dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya itu, narasumber juga memperkenalkan berbagai peluang karier bagi lulusan Teknik Logistik, seperti di bidang cargo data analytics, route optimization, business development, hingga capacity planning terminal kargo.  Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri kargo udara dan pentingnya integrasi berbagai pihak dalam menciptakan sistem logistik yang efektif dan efisien. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi profesional.

Read More

Melampaui Jalur Darat : Drone sebagai Solusi Logistik Bencana

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi. Dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan logistik menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan korban jiwa. Namun, pada banyak kasus, jalur darat justru menjadi hambatan utama akibat kerusakan infrastruktur seperti jalan terputus, jembatan runtuh, atau akses wilayah yang terisolasi. Kondisi ini menuntut adanya solusi logistik yang mampu melampaui keterbatasan jalur konvensional, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi drone. Apa itu Drone?Drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) adalah pesawat tanpa awak yang mampu beroperasi di udara tanpa pilot di dalamnya. Pada awal pengembangannya, drone digunakan terutama untuk kepentinan militer, namun seiring perkembangan teknologi, pemanfaatannya meluas ke berbagai bidang. Drone dapat dioperasikan dari jarak jauh menggunakan perangkat kendali maupun melalui sistem komputer yang telah di program sebelumnya. Selain itu, drone dilengkapi dengan beragam sensor dan kamera yang mendukung pelaksanaan berbagai fungsi. Drone sebagai Inovasi dalam Logistik BencanaDalam konteks logistik bencana, drone menjadi inovasi yang menawarkan solusi cepat dan fleksibel. Penanganan drone dalam konteks situasi darurat dan penanganan bencana telah berkembang selama beberapa decade terakhir. Pada tahap awal, pemanfaatan drone lebih banyak difokuskan pada kepentingan militer, khususnya untuk kegiatan pengintaian, pemantauan, dan pengawasan. Namun, seiring kemajuan teknologi serta semakin terjangkaunya biaya produksi, drone mulai diadopsi dalam sector kemanusiaan, terutama untuk mendukung respons terhadap bencana alam dan kondisi darurat (Puspitasari dkk., 2021). Drone telah menunjukkan efektivitasnya sebagai alat pendukung penting dalam penyediaan data visual dan termal secara real-time. Informasi ini memungkinkan tim penyelamat untuk dengan cepat mengidentifikasi keberadaan korban, menilai tingkat kerusakan infrastruktur, serta menentukan jalur evakuasi yang aman secara lebih efisien. Selain itu, drone juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan medis, makanan, dan peralatan penyelamatan ke wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat, sehingga dapat mempercepat proses penanganan dan meningkatkan peluang keselamatan korban dalam situasi darurat yang kritis (Nainggolan & Karomoy, t.t.). Pemanfaatan drone dalam penanganan situasi darurat dan bencana turut membuka peluang baru bagi pengembangan teknologi dan inovasi. Berbagai perusahaan serta organisasi kemanusiaan terus berupaya meningkatkan kapabilitas drone agar mampu mendeteksi kondisi bencana dan memberikan respons yang lebih cepat, akurat, dan efektif. Keuntungan Penggunaan DronePenggunaan drone dalam logistik bencana memiliki sejumlah keuntungan :1. Pada kegiatan survey dan pemetaan, drone mampu terbang pada ketinggian rendah dan menjangkau wilayah yang sulit diakses, sehingga menghasilkan peta dengan tingkat akurasi dan detail yang lebih tinggi.2. Dalam pemantauan lingkungan, drone unggul dalam menyediakan data secara real-time serta memantau perubahan kondisi lingkungan secara lebih cepat.3. Drone juga berperan dalam operasi penyelamatan dan penanganan darurat, termasuk pencairan korban dan penyaluran bantuan medis di wilayah yang sulit dijangkau. Tantangan Penggunaan DroneMeskipun menawarkan berbagai keunggulan, pemanfaatan drone dalam kegiatan logistic masih menghadapi sejumlah keterbatasan dan tantangan yang perlu diperhatikan secara serius, antara lain sebagai berikut :1. Kapasitas muatan terbatasSebagian besar drone hanya mampu membawa beban ringan hingga menengah, sehingga belum dapat menggantikan moda transportasi konvesional untuk mengiriman barang berukuran besar atau berbobot berat.2. Keterbatasan daya tahan baterai dna jarak tempuhWaktu operasional drone masih terbatas akibat kapasitas baterai yang belum optimal. Kondisi ini membatasi efisiensi pengiriman, khususnya di wilayah yang luas atau memiliki banyak titik distribusi.3. Pengaruh kondisi cuaca dan lingkunganOperasional drone sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Angin kencang, hujan lebat, maupun cuaca ekstrem lainnya dapat mengganggu kestabilan penerbangan, meningkatkan risiko kecelakaan, serta berpotensi merusak perangkat dan barang yang dikirim. Pemanfaatan drone dalam logistik bencana menunjukkan potensi besar sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan akses dan waktu dalam situasi darurat. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas muatan, daya tahan baterai, dan pengaruh kondisi cuaca, peran drone tetap signifikan dalam mendukung distribusi bantuan, pemetaan, dan operasi penyelamatan. Dengan pengembangan teknologi yang berkelanjutan, dukungan regulasi yang adaptif, serta integrasi yang baik dengan moda transportasi logistik lainnya, drone dapat menjadi bagian penting dari sistem logistik kemanusiaan yang lebih responsif, efektif, dan tangguh dalam menghadapi bencana di indonesia. Sumber :Oaktree (2025). Drone dan masa depan logistik serta pengiriman; Fiqri et al. (2024). Penggunaan drone untuk meningkatkan respons cepat dalam penanganan kecelakaan pesawat di area terpencil; Puspitasari et al. (2021). Pengembangan desain drone sebagai alat bantu evakuasi bencana; Nainggolan & Karamoy (t.t.). Pengoperasian pesawat tanpa awak (drone) di ruang udara Indonesia ditinjau dari regulasi penerbangan.

Read More

Kenalan dengan Silo Mentality : Bahasa Corporate yang Wajib Kamu Tahu!

Di dunia kerja, ada istilah yang sering muncuk tapi belum tentu dipahami semua orang, yaitu Silo Mentality. Kata Silo sendiri berarti tempat penyimpanan yang terpisah. Dalam organisasi, istilah ini menggambarkan pola pikir ketika tiap bagian hanya fokus pada kepentingan sediri, tanpa melihat tujuan besar perusahaan. Bayangkan sebuah gudang yang terbagi menjadi beberapa ruang tertutup tanpa akses keluar. Jika setiap ruang hanya memikirkan stoknya sendiri, alur distribusi pasti jadi kacau. Hal yang sama bisa terjadi di dalam perusahaan ketika setiap departemen bekerja sendiri-sendiri, sehingga komunikasi tersendat dan kolaborasi melemah. Silo mentality biasanya muncul karena beberapa hal. Berikut ini beberapa faktornya: Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dampak silo terhadap organisasi sangat nyata. Sekitar 70% profesional dan eksekutif yang bergerak di bidang pengalaman pelanggan menganggap mentalitas silo sebagai hambatan terbesar dalam memberikan layanan yang baik (Harvard Business Review, 2025). Data ini memperlihatkan bahwa pola pikir yang memisahkan tim tidak hanya mengganggu komunikasi internal, tetapi juga dapat merusak kualitas interaksi dengan pelanggan dan mengurangi kecepatan perusahaan dalam merespon kebutuhan pasar. Untuk menghadapi masalah ini, banyak ahli sepakat bahwa kunci membongkar silo terletak pada “kerja sama, komunikasi, dan kolaborasi” yang konsisten di setiap tingkatan organisasi (Salesforce.com). Ketiganya membantu membangun jembatan antar departemen sehingga setiap individu dapat memahami bahwa keberhasilan perusahaan tidak bisa dicapai oleh satu tim saja. Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, mengenal istilah seperti silo mentality membantu memahami bagaimana dinamika organisasi berjalan. Pola piker ini tidak hanya terjadi di perusahaan besar, bahkan dalam proyek kecil di kampus, sikap ingin berjalan sendiri bisa menghambat keberhasilan kelompok. Dengan membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan baik dan mengutamakan tujuan bersama, kita dapat membawa semangat kolaborasi yang sehat ke mana pun kita melangkah. Sumber : Harvard Business Review. (2025, Maret 17). 3 types of silos that stifle collaboration—and how to dismantle them; Salesforce. (n.d.). Breaking down sales silos.

Read More

Tingkatkan Keselamatan Penderes Gula, IT Telkom Purwokerto Edukasi Para Pekerja

Tingginya kecelakaan kerja yang menimpa para penderes gula nira, Tim Dosen dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto telah melaksanakan program inovatif untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang dibiayai oleh DIKTI KEMENDIKBUD, program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya para penderes gula nira yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja. Salah satu kegiatan utama dari program ini adalah pelatihan keselamatan bagi penderes gula nira, yang dilaksanakan mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di kalangan penderes, termasuk kasus jatuh dari pohon kelapa yang sering berujung pada cedera serius bahkan kematian. Pelatihan ini memberikan edukasi tentang teknik kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri, serta prosedur keselamatan yang harus diikuti saat bekerja di ketinggian. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Tim Dosen. Pelatihan ini membuat kami untuk lebih waspada dan memperhatikan keselatan saat bekerja,” ujar Manto, salah seorang penderes gula nira yang telah merasakan manfaat dari program ini. Para peserta dilatih untuk memahami risiko pekerjaan mereka serta cara menghindari kecelakaan yang dapat mengancam nyawa. Tak hanya berfokus pada keselamatan, program ini juga mencakup inisiatif pembangunan Dapur Bersih, sebuah fasilitas yang dirancang untuk mendukung produksi gula nira secara higienis. Dengan dapur yang lebih bersih dan terorganisir, produk gula nira yang dihasilkan oleh masyarakat diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan aman untuk dikonsumsi.“Dapur bersih ini sangat membantu kami, terutama dalam menjaga kebersihan dan kualitas produk,” ungkap Siti, seorang ibu rumah tangga yang terlibat dalam produksi gula nira. Program ini juga memberikan pelatihan terkait keamanan pangan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya higienitas dalam proses produksi gula nira dan produk pangan lainnya. Dengan penerapan standar kebersihan yang lebih ketat, produk-produk lokal diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, program ini turut memperkenalkan pelatihan digital marketing. Masyarakat dilatih untuk memanfaatkan platform digital guna memasarkan produk mereka, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi penjualan. Dengan bantuan teknologi, para pelaku usaha lokal diharapkan dapat mengoptimalkan peluang ekonomi melalui pemasaran online. Dengan serangkaian program ini, Desa Pernasidi diharapkan mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam hal keselamatan kerja, kualitas produk, dan kemampuan pemasaran. Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.(*) Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tingkatkan Keselamatan Penderes Gula, IT Telkom Purwokerto Edukasi Para Pekerja, https://jateng.tribunnews.com/2024/09/23/tingkatkan-keselamatan-penderes-gula-it-telkom-purwokerto-edukasi-para-pekerja.

Read More

Tim Dosen Teknik Logistik Merancang Alat Pemilah Telur Otomatis Berkolaborasi dengan Kemendiksaintek

Tim Dosen dari Telkom University Purwokerto merancang alatpemilah telur otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk di industri perternakan. Alat ini memisahkan telur berdasarkan ukuran dan berat menggunakan sensor load cell. Dengan prinsip gaya tarik magnet, telur yang lebih berat akan jatuh terlebih dahulu. Anto Farm merupakan salah satu UMKM di Wilayah Cilongok Banyumas yang bergerak di bidang Layer Farm dan juga Peternakan Ayam Pejantan. Cakupan pasaran Anto Farm berada di wiliayah Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Tantangan utama yang dihadapi oleh Peternak Unggas daerah Banyumas dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Beberapa masalah eksternal seperti mengatasi jenis konsumen yang semakin selektif dilakukan dengan memberikan pilihan Grade Telur mulai dari Grade A, B, dan C. untuk faktor eksternal yang lain merupakan kejadian yang uncontrollable sehingga UMKM cenderung menerima kondisi eksternal tersebut. Untuk masalah internal seperti masalah pengolahan limbah, Anto Farm telah mengadopsi system Tumpang Sari dimana system tersebut merupakan perpaduan antara peternakan ayam dan budidaya ikan di kolam. Berdasarkan hasil wawancara masalah operasional yang belum dapat diatasi namun memungkinkan untuk dikontrol adalah permasalahan 1) Sortir telur manual, 2) pecah telur sesaat setelah ayam bertelur, dan 3) deteksi susut bobot krat telur dan unggas Ketika pengiriman.Secara umum implementasi Alat Sortir berpengaruh pada Penurunan beban operasional UMKM Peternakan dengan cara mempercepat waktu sortir sehingga barang cepat dikirim, memungkinkan perampingan karyawan sortir dalam jangka panjang, dan mitigasi telur pecah saat panen telur. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Satu Peti telur atau 15 Kg dengan jumlah telur sebanyak 240 butir. Dimulai dari percobaan 1 menggunakan jumlah telur 1 krat (30 butir), hingga percobaan yang ke-5 menggunakan 1 peti telur. Sedangkan rata-rata waktu sortir dengan menggunakan Alat Sortir Telur Otomatis memiliki waktu rata-rata sortir sebesar 22.6 detik per telur. Sedangkan untuk implementasi alas telur juga berpengaruh pada penurunan defect telur secara signifikan, terjadi penurunan presentase jumlah defect telur dengan rata-rata penurunan sebesar 54%. Rata-rata defect pada telur dengan menggunakan Alas Telur tradisional adalah 7 butir per flok per hari. Setelah di terapkan alas stainless dan dilakukan pengamatan selama 5 hari maka diperoleh rata-rata defect per flok perhari adalah 3 Butir perflok perhari.

Read More

Dosen Teknik Logistik raih sertifikasi internasional Certified Supply Chain Analyst (CSCA)

Purwokerto, 13 Juli 2024 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Nabila Noor Qisthani, seorang dosen di program studi Teknik Logistik IT Telkom Purwokerto, yang berhasil meraih sertifikasi internasional sebagai Certified Supply Chain Analyst (CSCA) dari International Supply Chain Education Alliance (ISCEA). Sertifikasi CSCA dari ISCEA dikenal sebagai salah satu sertifikasi paling bergengsi di bidang supply chain management. Untuk meraih sertifikasi ini, seorang kandidat harus melalui proses yang ketat dan komprehensif yang mencakup berbagai aspek manajemen rantai pasok, mulai dari perencanaan dan pengadaan hingga produksi, distribusi, dan logistik. Proses sertifikasi ini tidak hanya menguji pengetahuan teoretis tetapi juga kemampuan praktis dalam menerapkan konsep-konsep supply chain di dunia nyata. Nabila Noor Qisthani harus melalui serangkaian ujian yang menantang, di mana tingkat kesulitannya cukup tinggi. Ujian ini menuntut pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip supply chain, kemampuan analitis yang tajam, serta pemecahan masalah yang efektif. Selain itu, persaingan untuk mendapatkan sertifikasi ini juga sangat ketat, dengan banyak profesional dari seluruh dunia yang berlomba-lomba untuk meraihnya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak kampus IT Telkom Purwokerto, serta dedikasi dan komitmen Nabila dalam mempersiapkan dirinya. Mengalokasikan waktu khusus untuk mempelajari materi ujian, mengikuti pelatihan intensif, dan melakukan simulasi ujian untuk memastikan dirinya siap menghadapi tantangan tersebut. Dengan meraih sertifikasi CSCA, Nabila Noor Qisthani tidak hanya mengukuhkan dirinya sebagai ahli di bidang supply chain, tetapi juga membawa harapan baru bagi kemajuan dunia logistik di Indonesia. Ilmu dan pengalaman yang diperolehnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan profesional lainnya, serta berkontribusi dalam pengembangan strategi dan inovasi di bidang logistik. Dalam pernyataan resminya, Rektor IT Telkom Purwokerto menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Ibu Nabila Noor Qisthani. Sertifikasi CSCA ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kompetensi tinggi yang dimiliki oleh tenaga pengajar kami. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang logistik.”

Read More

Prodi Teknik Logistik ITTP Mengadakan Seminar Kerja Praktek

Prodi Teknik Logistik ITTP telah melangsungkan kegiatan Seminar Kerja Praktek (KP) periode pertama pada tanggal 1 – 7 November 2023. Seminar KP ini diikuti oleh mahasiswa/i Prodi Teknik Logistik angkatan 2020 yang telah melakukan kerja praktek sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku panduan. Sebanyak 15 mahasiswa Prodi Teknik Logistik telah mengikuti seminar KP pada periode ini. Kerja Praktek (KP) merupakan program di perguruan tinggi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja atau industri yang relevan dengan bidang studi mereka. Kerja Praktek di Prodi Teknik Logistik tentunya berkaitan dengan pekerjaan di bidang logistik, seperti pada bagian persediaan, tata letak gudang, manajemen rantai pasok, distribusi barang, dan lain sebagainya. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menerapkan pengetahuan teoritis yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam situasi nyata dunia kerja.

Read More

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

Email

: 0281-641629

Telp : 0281-641629
Email : [email protected]

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University